FILOSOFI KAPAL DALAM KAIN TAPIS: MAKNA PERJALANAN DAN KEHIDUPAN DALAM BUDAYA LAMPUNG
Kata Kunci:
Tapis Lampung, Motif Kapal, Etno-KriyaAbstrak
Penelitian ini mengkaji makna filosofis motif kapal pada kain Tapis Lampung, sebuah warisan budaya masyarakat pesisir (Saibatin). Kain Tapis tidak hanya berfungsi sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai sarana simbolis yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Lampung. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan interpretatif kualitatif dan teori semiotika Roland Barthes untuk menafsirkan tanda-tanda visual dalam motif kapal. Analisis menunjukkan bahwa motif kapal memiliki makna mendalam sebagai simbol perjalanan manusia—dari lahir, kehidupan di dunia, hingga akhirat. Pada masa lalu, kapal diinterpretasikan sebagai kendaraan bagi roh menuju akhirat, namun setelah kedatangan Islam, simbol ini bergeser menjadi simbol perjuangan hidup dan keteguhan iman. Selain nilai spiritual, motif kapal juga mencerminkan identitas sosial-ekonomi masyarakat pesisir yang erat hubungannya dengan dunia maritim. Dalam konteks etno-kriya kontemporer, filosofi kapal tetap relevan sebagai simbol keberanian, arah, dan keterbukaan terhadap perubahan. Dengan demikian, motif kapal pada kain Tapis Lampung menjadi bukti konkret keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal yang bertransformasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan makna aslinya. Nilai-nilai ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Dini Febra Auralia, Fachriani Shafira Pamuji, Mirna Nur Alia Abdullah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.