UNGKAPAN BAHASA SUNDA SEBAGAI MEDIUM INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM
Kata Kunci:
bahasa Sunda; ungkapan; internalisasi nilai; Islam; kearifan localAbstrak
Artikel ini mengkaji ungkapan-ungkapan dalam bahasa Sunda sebagai medium kultural dalam proses internalisasi nilai-nilai Islam di masyarakat Sunda. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wahana transmisi nilai, norma, dan pandangan hidup. Melalui ungkapan, peribahasa, babasan, dan paribasa Sunda, ajaran-ajaran Islam seperti keikhlasan, kesabaran, tawakal, adab sosial, dan kesalehan individual disampaikan secara kontekstual dan membumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kultural dan semiotik terhadap sejumlah ungkapan Sunda yang mengandung pesan moral dan religius. Data diperoleh dari sumber lisan, naskah tradisional, serta literatur kebahasaan dan keislaman Sunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses islamisasi di tanah Sunda tidak berlangsung secara konfrontatif, melainkan melalui mekanisme akulturasi yang harmonis, di mana nilai-nilai Islam terinternalisasi dalam struktur bahasa dan ekspresi budaya lokal. Ungkapan bahasa Sunda berperan sebagai medium efektif dalam mentransformasikan ajaran Islam menjadi etika sosial yang mudah diterima oleh masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya bahasa daerah sebagai instrumen strategis dalam dakwah kultural dan pelestarian nilai-nilai keislaman yang berakar pada kearifan lokal.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Mumuh Muhsin Zakaria

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.