MENELUSURI TABIR TOGA ANTISTUNTING DI DESA CIKUNTEN DAN MANUSKRIP SUNDA
Kata Kunci:
Menelusuri Tabir TOGA, Antistunting, Naskah SundaAbstrak
Manuskrip di era Gen Z saat ini, di kalangan masyarakat Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya khususnya, di awal penelusuran kami, belum begitu dikenal. Namun ada sebagian masyarakat yang menyebutnya sebagai ‘Kitab’. Sehubungan dengan hal itu, sebagai dokumen budaya dan referensi literasi bagi ilmu lain, eksistensi manuskrip perlu diinformasikan. Hal ini mengingat masih sedikitnya manuskrip yang masih terpendam dan diketahui isinya serta dimanfaatkan masyarakat, khususnya terkait Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berguna sebagai antistunting. Pengenalan Tanaman obat keluarga, masih sangat dibutuhkan, selain untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh, juga sebagai antistunting bagi masyarakat Desa Cikunten khususnya, dan Kabupaten Tasikmalaya pada umumnya, yang sedang digalakkan oleh pemerintah saat ini. Diharapkan, tidak ada lagi yang gagal tumbuh kembang atau stunting. Pengetahuan terkait Tanaman Obat Keluarga sebagai penunjang antistunting dimaksud harus segera dioptimalisasikan melalui penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat secara multidisiplin, sehingga diketahui jenis dan ragam tanaman, fungsi dan manfaatnya, dosis dan takarannya, cara pengolahannya, serta bagaimana tindak pengobatannya, berbasis manuskrip Mantra Pengobatan. Metode deskriptif komparatif analisis yang digunakan berusaha mendeskripsikan data secara terinci dan teliti, menganalisisnya dengan cermat, serta membandingkannya secara tepat sasaran. Sedangkan metode kajiannya menggunakan kritik teks dan kajian budaya, mengungkap fungsi naskah pengobatan secara pragmatis di masyarakat, khususnya di Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna Tasikmalaya. Tulisan ini sangat bermanfaat, selain untuk menambah pengetahuan masyarakat terkait kesehatan, dan antistunting, juga berguna bagi disiplin ilmu lain secara multidisiplin.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Elis Suryani Nani Sumarlina, Undang Ahmad Darsa, Mamat Ruhimat, Bima Bayusena, Garini Gantina

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
