PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN: PELOPOR GERAKAN GIZI SEIMBANG UNTUK KELUARGA SEHAT DI DESA CILIANG RW 5, KECAMATAN PARIGI, KABUPATEN PANGANDARAN

https://doi.org/10.61296/jkbh.v8i2.418

Penulis

  • setiawan
  • Irman Somantri Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang
  • Donny Nurhamsyah Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang
  • Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang
  • Zaenal Muttaqin Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang

Kata Kunci:

Kader Posyandu; Gizi Seimbang; Experiential Learning; Pangan Lokal; Ultra-Processed Foods; Komunikasi Partisipatif; Stunting; Pemberdayaan Masyarakat.

Abstrak

Masalah gizi di Indonesia masih ditandai oleh tingginya beban ganda malnutrisi yang dipengaruhi rendahnya literasi gizi, meningkatnya konsumsi ultra-processed foods (UPF), dan belum optimalnya kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak promosi kesehatan masyarakat. Penguatan kapasitas kader melalui pendekatan pembelajaran partisipatif dan pemanfaatan pangan lokal menjadi strategi penting dalam mendukung pencegahan stunting dan perbaikan perilaku gizi keluarga.Tujuan: Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan sebagai pelopor gerakan gizi seimbang melalui pelatihan berbasis experiential learning, komunikasi partisipatif, pendampingan keluarga, serta penguatan kolaborasi lintas sektor di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.Metode: Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) melalui pelatihan kader, edukasi gizi dengan media interaktif (lembar balik dan food model), pendampingan keluarga melalui home visit, serta penguatan kelembagaan melalui integrasi dengan pemerintah desa, Puskesmas, PKK, sistem e-PPGBM, dan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Evaluasi dilakukan menggunakan pengukuran pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan serta observasi perubahan perilaku konsumsi keluarga selama pelaksanaan program.Hasil: Program menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang signifikan setelah pelatihan (p<0,001), mencerminkan efektivitas pendekatan capacity building berbasis kebutuhan lapangan. Penggunaan media edukasi interaktif dan komunikasi partisipatif meningkatkan kualitas konseling gizi pada kegiatan Posyandu serta keterlibatan aktif ibu balita dalam penerapan konsep Isi Piringku. Pendampingan keluarga melalui home visit berkontribusi terhadap penurunan konsumsi makanan ultra-proses dan peningkatan pemanfaatan pangan lokal, terutama ikan laut sebagai sumber protein hewani. Keberlanjutan program diperkuat melalui dukungan kebijakan pemerintah desa, pemanfaatan Dana Desa, integrasi dengan e-PPGBM, serta kolaborasi lintas sektor yang mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.Simpulan: Penguatan kapasitas kader kesehatan yang dipadukan dengan edukasi gizi berbasis pangan lokal, komunikasi partisipatif, dan penguatan kelembagaan terbukti efektif meningkatkan kompetensi kader, memperbaiki perilaku konsumsi keluarga, serta memperkuat sistem pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Model intervensi ini berpotensi direplikasi pada wilayah dengan karakteristik serupa sebagai strategi berkelanjutan dalam mendukung percepatan perbaikan gizi masyarakat dan pencegahan stunting.

Referensi

Black, R. E., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Prentice Hall.

Bandura, A. (2004). Health promotion by social cognitive means. Health Education & Behavior, 31(2), 143–164.

Bhutta, Z. A., et al. (2013). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition. The Lancet, 382(9890), 452–477.

Black, R. E., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). Sage.

FAO. (2021). The State of Food and Agriculture 2021. Rome: FAO.

Golden, C. D., et al. (2021). Aquatic foods to nourish nations. Nature, 598, 315–320.

Gibson, R. S. (2005). Principles of Nutritional Assessment (2nd ed.). Oxford University Press.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health Behavior: Theory, Research, and Practice (5th ed.). Jossey-Bass.

Headey, D., Hirvonen, K., & Hoddinott, J. (2018). Animal sourced foods and child stunting. The American Journal of Clinical Nutrition, 107(5), 793–800.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice Hall.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Teknis Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.

Kirkpatrick, J. D., & Kirkpatrick, W. K. (2016). Kirkpatrick's Four Levels of Training Evaluation. ATD Press.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice Hall.

Mayer, R. E. (2009). Multimedia Learning (2nd ed.). Cambridge University Press.

Monteiro, C. A., et al. (2019). Ultra-processed foods: What they are and how to identify them. Public Health Nutrition, 22(5), 936–941.

Perry, H. B., Zulliger, R., & Rogers, M. M. (2020). Community health workers in low-, middle-, and high-income countries: An overview of their history, recent evolution, and current effectiveness. Annual Review of Public Health, 41, 399–421.

Popkin, B. M., Corvalan, C., & Grummer-Strawn, L. M. (2020). Dynamics of the double burden of malnutrition and the changing nutrition reality. The Lancet, 395(10217), 65–74.

Rifkin, S. B. (2014). Examining the links between community participation and health outcomes: A review of the literature. Health Policy and Planning, 29(suppl_2), ii98–ii106.

Suryani, D., dkk. (2021). Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Edukasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(2), 112–120.

UNICEF. (2021). Community Health and Nutrition Programme Guidance.

World Health Organization. (2018). Primary Health Care: Transforming Vision into Action.

______________________ (2021). WHO Guideline on Health Policy and System Support to Optimize Community Health Worker Programmes.

_______________________. (2022). Training for Mid-Level Managers: Cascade Training Approach.

_______________________. (2023). Health Promotion and Community Engagement Guidance.

Monteiro, C. A., et al. (2019). Ultra-processed foods: What they are and how to identify them. Public Health Nutrition, 22(5), 936–941.

Perry, H. B., Zulliger, R., & Rogers, M. M. (2020). Community health workers in low-, middle-, and high-income countries. Annual Review of Public Health, 41, 399–421.

World Health Organization. (2018). Primary Health Care: Transforming Vision into Action.

World Health Organization. (2023). Healthy Diet.

Diterbitkan

2026-08-12

Artikel Serupa

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama