INVENTARISASI GOLOK TATAR KARANG UPAYA HIMPUN MEMORI KOLETIF BANGSA
Kata Kunci:
Inventarisasi Budaya; Golok Tatar Karang; Memori Kolektif, Dokumentasi; Warisan Budaya Tak Benda.Abstrak
Globalisasi dan persaingan antarbangsa menghadirkan ancaman terhadap identitas budaya lokal. UNESCO merekomendasikan inventarisasi dan dokumentasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sebagai langkah preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan Golok Tatar Karang sebagai upaya menghimpun memori kolektif bangsa dan mencegah kepunahan pengetahuan tradisional. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan metode dokumentasi budaya, berfokus pada sumber informasi non-dokumenter. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci serta observasi lapangan di Desa Sidangkerta, Tasikmalaya. Hasil penelitian mengungkapkan: (1) profil empu golok dari generasi Puh Janam (1920-an) hingga penerusnya Ki Awa; (2) filosofi hidup masyarakat Tatar Karang yang tercermin dalam peribahasa tentang golok, menekankan nilai penghormatan, kejujuran, dan pengendalian diri; (3) klasifikasi dan ragam golok berdasarkan fungsi (Sapopoé dan Pasrén) serta bentuk visual (Bodasan, Beureuman, Papaés); dan (4) kondisi faktual di mana produksi golok Walahiran asli telah terputus sejak 1940-an, dengan upaya pewarisan pengetahuan kini dilakukan secara parsial dan terencana oleh Ki Awa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa golok bukan hanya alat fisik, melainkan simbol identitas yang mengandung kearifan lokal mendalam. Pendokumentasian ini mengonversi pengetahu-an tacit menjadi eksplisit, sehingga dapat berfungsi sebagai sumber belajar dan dasar perencanaan pelestarian yang konkret bagi masyarakat dan pemangku kebijakan.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Samson CMS, Atwar Bajari, Dadang Sugiana, Hamedi Bin Mohammad Adnan4

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.