INVENTARISASI GOLOK TATAR KARANG UPAYA HIMPUN MEMORI KOLETIF BANGSA

https://doi.org/10.61296/kabuyutan.v4i3.400

Penulis

  • Samson CMS Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
  • Atwar Bajari Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
  • Dadang Sugiana Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
  • Hamedi Bin Mohammad Adnan4 Department of Media Studies, University Malaya, Kuala Lumpur

Kata Kunci:

Inventarisasi Budaya; Golok Tatar Karang; Memori Kolektif, Dokumentasi; Warisan Budaya Tak Benda.

Abstrak

Globalisasi dan persaingan antarbangsa menghadirkan ancaman terhadap identitas budaya lokal. UNESCO merekomendasikan inventarisasi dan dokumentasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sebagai langkah preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan Golok Tatar Karang sebagai upaya menghimpun memori kolektif bangsa dan mencegah kepunahan pengetahuan tradisional. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan metode dokumentasi budaya, berfokus pada sumber informasi non-dokumenter. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci serta observasi lapangan di Desa Sidangkerta, Tasikmalaya. Hasil penelitian mengungkapkan: (1) profil empu golok dari generasi Puh Janam (1920-an) hingga penerusnya Ki Awa; (2) filosofi hidup masyarakat Tatar Karang yang tercermin dalam peribahasa tentang golok, menekankan nilai penghormatan, kejujuran, dan pengendalian diri; (3) klasifikasi dan ragam golok berdasarkan fungsi (Sapopoé dan Pasrén) serta bentuk visual (Bodasan, Beureuman, Papaés); dan (4) kondisi faktual di mana produksi golok Walahiran asli telah terputus sejak 1940-an, dengan upaya pewarisan pengetahuan kini dilakukan secara parsial dan terencana oleh Ki Awa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa golok bukan hanya alat fisik, melainkan simbol identitas yang mengandung kearifan lokal mendalam. Pendokumentasian ini mengonversi pengetahu-an tacit menjadi eksplisit, sehingga dapat berfungsi sebagai sumber belajar dan dasar perencanaan pelestarian yang konkret bagi masyarakat dan pemangku kebijakan.

Diterbitkan

2025-12-22