PERJANJIAN SUNDA–PORTUGIS 1522 DAN DAMPAK KEGAGALANNYA TERHADAP KERUNTUHAN KERAJAAN SUNDA

https://doi.org/10.61296/jkbh.v8i2.436

Penulis

  • Mumuh Muhsin Zakaria Departement of History and Philology, Faculty of Cultural Science, Universitas Padjadjaran, Bandung

Kata Kunci:

Perjanjian Sunda-Portugis 1522, Kerajaan Sunda, Keruntuhan Pajajaran, Geopolitik Maritim, Sunda Kelapa.

Abstrak

Perjanjian Sunda-Portugis tahun 1522 merupakan salah satu titik balik krusial dalam historiografi maritim Nusantara abad ke-16. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika geopolitik yang melatarbelakangi aliansi antara Kerajaan Sunda dan Portugis, serta mengidentifikasi bagaimana kegagalan implementasi perjanjian tersebut mempercepat keruntuhan Kerajaan Sunda (Pajajaran). Dengan menggunakan metode sejarah kritis yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, artikel ini membedah dokumen primer seperti laporan Tomé Pires (Suma Oriental) dan catatan João de Barros. Landasan teoretis yang digunakan adalah Teori Deharmonisasi Geopolitik dan Defensive Alliance Failure. Kebaruan penelitian ini terletak pada reposisi Perjanjian 1522 bukan sekadar sebagai instrumen perdagangan ekonomi, melainkan sebagai bentuk keputusasaan diplomatik (diplomatic despair) Sunda dalam menghadapi ekspansi Islamosentris Demak-Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan armada Portugis dalam membangun benteng di Sunda Kelapa memberikan kekosongan ruang strategis yang dimanfaatkan oleh Fatahillah pada tahun 1527. Kegagalan aliansi ini tidak hanya menghilangkan akses laut utama Sunda, tetapi juga memicu efek domino isolasi ekonomi-politik yang berujung pada runtuhnya ibu kota Dayeuh Pakuan oleh pasukan Banten pada tahun 1579.

Referensi

Atja. (1986). Carita Parahiyangan. Nusalarang.

Barros, J. de. (1777). Da Asia de Joao de Barros : dos feitos que os portuguezes fizeram no descubrimento e conquista dos mares e terras do Oriente : decada quarta, parte primeira (Dari Asia karya João de Barros: tentang perbuatan-perbuatan yang dilaku-kan orang Portugis dalam penemuan dan penaklukan lautan serta negeri-negeri di Timur: dasawarsa keempat, bagian pertama). Lisboa : na Regia Officine Typografica.

Carita Parahyangan. Manuskrip Titipan Pange-ran Wangsakerta, Koleksi Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kode Plt. 406. (n.d.).

Cortesao, A. Z. (1944). The Suma Oriental of Tome Pires and The Book of Francisco Rodrigues. The Hakluyt Society, 367.

D. A. Rinkes, D. A., & Brandes, J. L. . (1911). Babad Tjerbon: Uitvoerige Inhoudso-pagave en Notes. Albrecht & Co.

Darsa, U. A. (2004). “Kropak 406; Carita Parahyangan dan Fragmen Carita Parahyangan“, Makalah disampaikan dalam Kegiatan Bedah Naskah Kuna yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga.

Ekadjati, E. S. (1995). Sunda, Nusantara, dan Indonesia; Suatu Tinjauan Sejarah. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran pada Hari Sabtu, 16 Desember `1995.

Ekadjati, E. S. (2005). Kebudayaan Sunda; suatu Pendekatan Sejarah (Vol. 1). Pustaka Jaya.

Gois, D. de. (1926). Crónica do Felicissimo Rei D. Manuel (Kronik Raja Manuel yang Maha Bahagia). Imp. da Universidade.

Heuken, A. (1982). Historical Sites of Jakarta. Cipta Loka Caraka.

Heuken, A. (2002). The earliest Portuguese sources for the history of Jakarta. Yayasan Cipta Loka Caraka.

Kuntowijoyo. (2018). Pengantar Ilmu Sejarah. Tiara Wacana.

Parker, G. (1998). Geopolitics: Past, Present and Future. Pinter.

Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia Since c. 1200 (4th ed.). Stanford University Press.

Suryanegara, A. M. (1995). Menemukan sejarah: Wacana pergerakan Islam di Indonesia. Mizan.

Walt, S. M. (1987). The Origins of Alliances. Cornell University Press.

Diterbitkan

2026-08-12

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.