TATA KELOLA KOMUNIKASI BERBASIS ADAT DALAM PENGELOLAAN TELEVISI KOMUNITAS: STUDI KASUS CIGA TV DI KASEPUHAN GELARALAM

https://doi.org/10.61296/jkbh.v8i2.421

Penulis

Kata Kunci:

Tata kelola komunikasi berbasis adat; televisi komunitas; masyarakat adat; CIGA TV; Kasepuhan Gelaralam

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah mendorong semakin banyak masyarakat adat memanfaatkan media komunikasi untuk mendokumentasikan dan mewariskan pengetahuan budaya. Namun, kajian mengenai media komunitas masih didominasi oleh pembahasan mengenai fungsi pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat, sementara mekanisme tata kelola komunikasi yang memungkinkan teknologi tetap berada di bawah kendali masyarakat adat belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola komunikasi berbasis adat dalam pengelolaan CIGA TV sebagai televisi komunitas di Kasepuhan Gelaralam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara semi-terstruktur terhadap Yoyo Yogaswara sebagai jambatan Kasepuhan Gelaralam serta telaah berbagai dokumen dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan CIGA TV berlandaskan falsafah kudu bisa ngigelan jaman, tapi ulah kabawa ku jaman, yang menjadi dasar masyarakat adat dalam menerima sekaligus mengendalikan perkembangan teknologi komunikasi. Falsafah tersebut diwujudkan melalui pembentukan televisi komunitas, mekanisme tata kelola komunikasi berbasis adat, praktik produksi media, serta pemanfaatan infrastruktur komunikasi yang seluruhnya berada di bawah otoritas kelembagaan adat. Penelitian ini berargumen bahwa keberhasilan CIGA TV tidak terutama ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh tata kelola komunikasi berbasis adat yang mengintegrasikan nilai budaya, kelembagaan komunitas, dan teknologi komunikasi ke dalam suatu sistem yang menjaga keberlanjutan komunikasi masyarakat adat. Temuan ini memperluas kajian media komunitas dengan menawarkan konsep tata kelola komunikasi berbasis adat (indigenous communication governance) sebagai perspektif untuk memahami hubungan antara masyarakat adat, media komunitas, dan teknologi digital.

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Couldry, N., & Hepp, A. (2018). The Mediated Construction of Reality. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2017). The SAGE Handbook of Qualitative Research (5 ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications, Inc.

Ginsburg, F. D. (2019). 1. Screen Memories: Resignifying the Traditional in Indigenous Media. In F. D. Ginsburg, L. Abu-Lughod, & B. Larkin (Ed.), Media Worlds (hal. 37–57). Berkeley: University of California Press. https://doi.org/10.1525/9780520928169-004

Gordon, E., & Lopez, R. A. (2019). The Practice of Civic Tech: Tensions in the Adoption and Use of New Technologies in Community Based Organizations. Media and Communication, 7(3), 57–68. https://doi.org/10.17645/mac.v7i3.2180

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). Interviews: Learning the Craft of Qualitative Research Interviewing (2nd Editio). Los Angeles: SAGE Publications.

Latif, F. (2023). Tradisi Ngalalakon, Pemindahan Pusat Pemerintahan Kasepuhan Ciptagelar. Diambil 3 Agustus 2026, dari https://nationalgeographic.grid.id/read/133682922/tradisi-ngalalakon-pemindahan-pusat-pemerintahan-kasepuhan-ciptagelar?page=all

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. London: SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th Editio). Los Angeles: SAGE Publications, Inc.

Priyadharma, S. (2024). “Periphery-Centric” Approach as a Tactic for Everyday Digital In- and Exclusion of Indonesian Villages. Media and Communication, 12. https://doi.org/10.17645/mac.8162

Priyadharma, S. (2026). Community media as custodians of the ancestral order: A case study of Radio Swara and CIGA TV in Kasepuhan Gelaralam (Indonesia). Community interest media: Emerging concepts and practices from the Global Majority (and friends). The Association for Progressive Communications (APC). Diambil dari https://www.apc.org/en/pubs/community-interest-media-emerging-concepts-and-practices-global-majority-and-friends

Rachman, I., A.M Babys, S., & Faisyal. (2025). Analisis CigaTV Sebagai Televisi Komunitas dalam Melestarikan Identitas Masyarakat Adat Kasepuhan Ciptagelar. Jurnal Media Penyiaran, 5(2), 7–14. https://doi.org/10.31294/jmp.v5i2.11365

Rennie, L. (2006). The community’s contribution to science learning: Making it count. In 2006 - Boosting Science Learning - What will it take? ACEReSearch. Diambil dari https://research.acer.edu.au/research_conference_2006/8/

Rodríguez, C., Ferron, B., & Shamas, K. (2014). Four challenges in the field of alternative, radical and citizens’ media research. Media, Culture & Society, 36(2), 150–166. https://doi.org/10.1177/0163443714523877

Roveri, F. (2026). Community interest media’s contribution to digital inclusion: Learning from experience. Diambil 3 Agustus 2026, dari https://www.apc.org/en/news/community-interest-medias-contribution-digital-inclusion-learning-experience

Stake, R. E. (2009). Studi kasus. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Ed.), Handbook of qualitative research (hal. 299–315). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tifani. (2023). Miliki Stasiun TV Sendiri, Ini 6 Fakta Menarik Kampung Adat Ciptagelar. Diambil 3 Agustus 2026, dari https://www.liputan6.com/regional/read/5220204/miliki-stasiun-tv-sendiri-ini-6-fakta-menarik-kampung-adat-ciptagelar

Trisfian, D. (2024). Mahasiswa UGM Teliti Keunikan Masyarakat Adat Sukabumi Jawa Barat yang Menggunakan Teknologi sebagai Sarana Meneruskan Tradisi. Diambil 3 Agustus 2026, dari https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-keunikan-masyarakat-adat-sukabumi-jawa-barat-yang-menggunakan-teknologi-sebagai-sarana-meneruskan-tradisi/

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods. SAGE Publication (Sixth edit). London.

Diterbitkan

2026-08-12

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.