Proses Kerja dan Strategi News Research and Development iNews dalam Mengevaluasi Program News untuk Menaikkan Rating dan Share

https://doi.org/10.61296/jkbh.v6i1.219

Penulis

Kata Kunci:

rating dan share, televisi, iNews, news research and development, Agenda Setting

Abstrak

Sejak kemunculannya, stasiun-stasiun televisi swasta berlomba untuk bisa menayangkan program acara yang bisa menarik banyak penonton, yang tujuan akhirnya adalah untuk menaikkan angka rating dan share. Semakin besar angka rating dan share, berarti program tersebut banyak diminati oleh pemirsa televisi. iNews adalah salah satu televisi berita di Indonesia, di mana hampir seluruh programnya berjenis news. Sebagai salah satu televisi swasta, iNews juga berpegang pada parameter rating dan share untuk mengukur sejauh mana program yang telah diproduksi disukai oleh penonton atau tidak. Oleh sebab itu, diperlukan adanya tim Research and Development untuk mengolah data rating dan share sebagai bahan evalusi bagi program yang telah diproduksi. Tujuan penelitian dari artikel ini adalah: (1) Untuk mengetahui proses kerja News Research and Development iNews; dan (2) Untuk mengetahui  strategi  iNews  untuk  mempertahankan  atau  menaikkan rating dan share. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tiga metode pengumpulan data, yakni observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa proses kerja research and development iNews dilakukan dengan melalui tiga tahapan, mulai dari menarik data rating dan share dan lain-lain yang dibuat oleh Nielsen di aplikasi Ariana yang diakhiri dengan rapat redaksi agenda setting. Dalam hal strategi, iNews memiliki beberapa strategi untuk mempertahankan dan/atau menaikkan rating dan share, yaitu memantau dan memetakan isi media iNews dan kompetitor yang disesuaikan dengan perolehan rating dan share program-programnya sendiri. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membuat agenda setting satu minggu ke depan berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi mengenai isu yang dianggap penting dan menarik.

Referensi

Ardianto, E., Komala, L., & Karlinah, S. (2012). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar (3rd ed.). Simbiosa Rekatama Media.

Bajari, A. (2015). Metode penelitian komunikasi: Prosedur, tren, dan etika. Simbiosa Rekatama Media.

Cynthia. (2018). Wawancara Staff Research iNews.

Darwanto. (2007). Televisi Sebagai Media Pendidikan. Pustaka Pelajar.

Harahap, A. (2018). Manajemen Pemberitaan & Jurnalistik TV. Indeks.

Morissan. (2013). Teori Komunikasi Massa. Ghalia Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. (2022). UU No. 32 Tahun 2002. https://peraturan.bpk.go.id/Details/44500/uu-no-32-tahun-2002

Permana, R. S. M., Abdullah, A., & Mahameruaji, J. N. (2019). Budaya menonton televisi di Indonesia: Dari terrestrial hingga digital. ProTVF: Jurnal Kajian Televisi Dan Film, 3(1), 53–67. https://doi.org/10.24198/ptvf.v3i1.21220

Permana, R. S. M., & Suzan, N. (2018). Menelisik Industri dan Struktur Pasar Media Massa di Indonesia. Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi, 8(2). https://doi.org/10.34010/jipsi.v8i2.1268

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

West, R., & Turner, L. H. (2009). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (3rd ed.). Salemba Humanika.

Yunita. (2018). Wawancara Head of News Research and Library iNews.

Diterbitkan

2024-04-30

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.