KISAH-KISAH HISTORIS YANG BERNUANSA KONFLIK DAN HARMONIS DI NUSANTARA DALAM PERSPEKTIF FILOLOGIS

https://doi.org/10.61296/jkbh.v8i1.412

Penulis

  • Undang Ahmad Darsa Departemen Sejarah dan Filologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran
  • Elis Suryani Nani Sumarlina Departemen Sejarah dan Filologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Jatinangor
  • Rangga Saptya Mohamad Permana Departemen Komunikasi Massa, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor Sumedang

Kata Kunci:

Khazanah Naskah Kuno Nusantara; Karya Sastra Sejarah; Raja-Raja Wilayah Nusantara, Pasang Surut Hubungan

Abstrak

Artikel ini membahas tentang kisah-kisah historis di Nusantara, baik yang konflik maupun yang bernuansa harmonis. Adapun sumber-sumber data kajiannya berupa tradisi tulis, khususnya khazanah naskah kuno Nusantara. Kisah yang tertuang dalam teks naskah-naskah Kuno Nusantara ini pada dasarnya merupakan sebuah karya sastra bersifat sejarah daerah-daerah yang berpusat pada kisah para tokoh penting sebagai para petinggi atau raja-raja di wilayah Nusantara. Karya tersebut dapat dipandang sebagai refleksi masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian, pengamatan, pendeskripsian, dan analisis terhadap kisah para tokoh historis tersebut tak lain dari pembicaraan tentang gambaran pasang surutnya hubungan antarkerajaan di Nusantara, baik dilihat dari dalam teks naskah-naskah sumber data itu sendiri maupun dari luarnya. Pendekatan yang dilakukan terhadap hubungan naskah sumber data tadi dengan alam sekitar, pada dasarnya berupaya mengungkap naskah ini sebagai dokumen sosial, sebagai potret kenyataan sosial, mengingat ada semacam potret sosial yang bisa ditarik dari tradisi naskah-naskah Kuno Nusantara.

Referensi

Abrams, M.H. (1958). The Mirror and the Lamp: Romantic Theory and the Critical Tradition. New York: Norton

Atja. (1973). Carita Purwaka Caruban Nagari: Karya Sastra Sebagai Sumber Pengetahuan Sejarah. Bandung: Proyek Pengembangan Permuseuman Jawa Barat.

Ayatrohaédi. (1990). Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara; Parwa I Sarga 2. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Berg, C.C. 1928. Inleiding tot de Studie van het Oud-Javaansch; (Kidung Sundayana).

Casparis, J.G. de. (1958). Prasasti II: Selected Inscriptions from the 9th Century A.D. Bandung.

Coedes, G . (1968). The Indianized State of Southeast Asia. Edited by Wolter F. Vella. Translated by Susan Brown Cowing. Kuala Lumpur-Singapore: University of Malaya Press.

Darsa, Undang A. (1999). Fragmen Carita Parahyangan: Naskah Sunda Kuno Abad XVI Tentang Gambaran Sistem Pemerintahan Masyarakat Sunda. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

----. (2012). SÉWAKA DARMA: Suntingan Teks disertai Kajian Intertekstual dalam Naskah Tradisi Sunda Kuno Abad XV-XVII Masehi (SÉWAKA DARMA: Text Edition with Intertextual Studies in the Manuscript from the Old Sundanese Tradition (15th-17th Centuries). Bandung: PPS FIB Universitas Padjadjaran.

Darsa, Undang A. & Edi S, Ekadjati. (1995). Fragmen Carita Parahyangan dan Carita Parahyangan (Kropak 406): Pengantar dan Transliterasi. Seri Penerbitan Naskah Sunda Nomor 1. Jakarta: Yayasan Kebudayaan Nusantara. Terbit ulang dalam Seri Sundalana 1 Tahun 2003. Bandung: Pusat Studi Sunda.

Ecole Française D’extrême-Orient. (1981). Kerajaan CampaJakarta: . Balai Pustaka.

Ekadjati, Edi S. & Undang A. Darsa. (1999). Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A: Jawa Barat Koleksi Lima Lembaga. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia & École Française d’Extrême-Orient.

Geldern, Robert von Heine. (1972). Konsepsi Tentang Negara dan Kedudukan Raja di Asia Tenggara. Terjemahan Deliar Noer 1982. Jakarta: Rajawali.

Groslier, Bernard Philippe. (2002). Indocina Persilangan Kebudayaan. Jakarta-Paris: Gramedia.

K.F. Holle tahun (1877). “Vlugtig bericht omtrent eenige lontar-handschriften, afkomstig uit de Soenda-landen, door Raden Saleh aan het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Ten geschenke gegeven, met toepassing op de inscriptiën van Kawali”, TBG 16: 450-470.

Krom, N.J. (1932). Inleiding tot de Hindoe-Javaansche Kunst. 3 Vols. 's-Gravenhage: Martinus Nijhoff.

Nooduyn. J. (1982). “Bujangga Manik’s Journey Through Java”. BKI, 138: 413443.

Pigeaud, Th.G.Th. (1967-1980). Literature of Java, Catalogue Raisonne of Javanese Manuscripts in the Library of the University of Leiden and Other Public Collections in the Netherlands. 4 Vols. The Hague: Martinus Nijhoff.

Pleyte, C.M. (1914). “Een pseudo-Padjadjaransche Kroniek. Derde bijdrage tot de kennis van het oude Soenda”. TBG 56:257-280.

Vlekke, Bernard H.M. (1965). Nusantara; Ahistory of Indonesia. The Hague: W. van Hoeve.

Vogel, J. Ph. (1925). “The Earliest Sanskrit Inscriptions of Java”. Publicatie. Batavia: Albrecht & Co Weltervreden.

Wolters, O.W. (1974). Early Indonesian Commerce: A Study of tha Origins of Śrīvijaya. Ithaca, New York: Cornell University Prass.

Diterbitkan

2026-02-13

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 > >>