INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA RUSIA SEBAGAI UPAYA MEREDUKSI HAMBATAN BUDAYA

https://doi.org/10.61296/jkbh.v8i2.422

Penulis

Kata Kunci:

kearifan lokal; pembelajaran bahasa Rusia; hambatan budaya; kesadaran lintas budaya; komunikasi antarbudaya

Abstrak

Pembelajaran bahasa asing tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tata bahasa dan kosakata, melainkan juga pemahaman yang mendalam terhadap sistem nilai dan pandangan hidup masyarakat penuturnya. Bagi pembelajar bahasa Rusia di Indonesia, khususnya di Perguruan Tinggi, perbedaan mendasar antara pola komunikasi dan norma sosial kedua bangsa sering kali menimbulkan hambatan budaya yang secara langsung berujung pada kesalahpahaman komunikasi dan penurunan motivasi belajar. Di sisi lain, kekayaan kearifan lokal Indonesia yang mengedepankan harmoni dan kemanusiaan jarang dilibatkan sebagai sarana pengenalan budaya asing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk hambatan budaya yang dihadapi pembelajar Indonesia, mengidentifikasi titik temu nilai kearifan lokal Indonesia dengan nilai-nilai budaya Rusia, serta merancang model integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Rusia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi komparatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, analisis kesalahan komunikasi mahasiswa, serta studi literatur budaya kedua bangsa yang relevan dengan konteks pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti tepa selira, kerukunan, dan gotong royong memiliki korelasi makna yang erat dengan konsep sobornost' (kebersamaan spiritual) dan ketulusan dalam budaya Rusia. Pengintegrasian nilai tersebut sebagai bentuk titik tolak pembelajaran terbukti mampu menurunkan resistensi budaya, memudahkan pemahaman makna kontekstual, serta membangun kesadaran bahwa perbedaan cara berkomunikasi bukanlah bentuk ketidaksopanan, melainkan cerminan identitas budaya yang berbeda.

 

Kata Kunci: kearifan lokal; pembelajaran bahasa Rusia; hambatan budaya; kesadaran lintas budaya; komunikasi antarbudaya

Referensi

Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge University Press.

Damanik, R. J., Nababan, S. A., Sumantri, P., Hardiyansyah, M. R., Nugraha, M. A., & Azis, A. (2023). Implementasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sejarah Sumatera Utara di Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Islam Sumatera Utara. 3(1), 27–34. https://doi.org/https://doi.org/10.57251/ie.v3i1.1018

Dharmayanti, P. A. ., & Sawitri, L. P. D. (2024). INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM. Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP), 14(1), 1–7.

Husni, Z. M., & Rahman, I. (2020). ISLAM, KEARIFAN LOKAL, KOMUNIKASI DAKWAH; MENAKAR KONSEP ISLAM NUSANTARA. Jurnal Islam Nusantara, 04(01), 92–102. https://doi.org/10.33852/jurnalin.v4i1.213

Irwan, Taufiq, M. A., & Fernando, R. (2020). A REVIEW OF THE INTEGRATION OF LOCAL WISDOM IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN 5 . 0 SOCIETY ERA. 1(3), 143–148.

Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Gramedia.

Kuntjara, E. (2006). Penelitian Kebudayaan. Graha Ilmu.

Lestuny, C., Tomasouw, J., Akihary, W., & Soumokil, P. (2024). Kearifan Lokal sebagai Media Pembelajaran Bahasa Asing. German Für Gesellschaft (J-Gefüge), 3(2), 55–60. https://doi.org/https://doi.org/10.30598/jgefuege.3.2.55-60

Machdalena, S., Ismail, N., Koeshandoyo, E. W., Mariamurti, P. A., & Wildan, R. I. (2023). Pengaruh leksika dan gramatika bahasa Rusia terhadap pembentukan karakter penuturnya. Diglosia, 6(4), 1111–1124. http://diglosiaunmul.com/index.php/diglosia/article/view/814

Miles, M. ., Huberman, A. ., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition3 (Terjemahan). Sage Publications.

Moleong, L.J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Murtiningsih, B. S. E., Advenita, M., & Hendar, E. (2021). Mengembangkan kompetensi komunikasi antarbudaya berbasis kearifan lokal untuk membangun keharmonisan relasi antar etnis dan agama. Wade Publish.

Mustopa, D., Wekke, I. S., & Hasyim, R. (2019). Penerapan Joyfull Learning dalam Pembelajaran Bahasa Inggris ( Tinjauan Psikolinguistik ). Lisan: Jurnal Bahasa Dan Linguistik, 8(2), 110–118.

Rifa’i, A. M. (2019). INTEGRATING LOCAL WISDOM IN LANGUAGE TEACHING. Al- Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 13(1), 15–25. https://doi.org/https://doi.org/10.56997/almabsut.v13i1.334

Septy, A. P. (2016). Local Wisdom Content of English Lesson Materials toward Global Competition of Indonesia. Proceedings 2016 International Conference of TEFLIN. University Adi Buana PGRI.

Septy, A. P. (2017). Internationalizing Local Wisdom Content of English Language Teaching Materials. Paper Presented in the 15th Asia TEFL – the 64th TEFLIN International Conference “ELT in Asia in the Digital Era: Global Citizenship and Identity.” University Negeri Yogjakarta.

Sogimin. (2020). Kendala Budaya dalam Komunikasi Antara Penutur Asli dan Penutur Asing Bahasa Inggris. CULTURE, 7(2), 211–215.

Suhaeri, S. (2020). Gegera Budaya Dalam

Diterbitkan

2026-08-12

Artikel Serupa

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.